Sukses

Rendy Tamamilang dan Rasa Penasaran yang Belum Tuntas

Liputan6.com, Jakarta Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Begitu juga dengan kehidupan Rendy Tamamilang. Bakat bermain voli diwariskan turun temurun dalam keluarganya. Berawal dari kakek, hobi menggebuk si kulit bundar tersebut kini mengalir deras dalam darahnya.  

Sejak kecil, Rendy sudah berkenalan dengan olahraga ini. Kebetulan opanya merupakan atlet voli. Karena itu, saat ingin meneruskan profesi itu, keluarga sama sekali tidak melarangnya. 

"Mungkin karena memang bakat saya di voli. Kebetulan keluarga saya juga berada dalam lingkungan voli. Opa saya yang mantan pemain voli. Orangtua sangat mendukung. Jadi saya akan memberikan yang terbaik untuk mereka," kata Rendy.

Keputusan Rendy tidak salah. Kariernya di dunia voli terbilang sukses. 

Dengan postur menjulang 191 cm, Rendy mudah mendapat tempat di tim voli. Sebagai open spiker, Rendy punya lompatan yang tinggi, smash keras dan jump shot mematikan.

Nama Rendy mulai jadi perbincangan ketika sukses mengawinkan gelar juara dan Most Valuable Player (MVP) Proliga 2014 bersama Samator. Sebelum itu, Rendy juga sempat membawa Indonesia meraih gelar juara Asian School Games pada tahun 2013.

Berkat penampilannya yang memukau, Rendy pun dipercaya memperkuat timnas Voli Indonesia di SEA Games 2015. Misinya merebut kembali emas yang terkahir kali didapat di SEA Games 2011 lalu. Sayang, dia gagal memberi kontribusi pada ajang tersebut. 

"Saat itu saya yakin dan tak bisa bermain. Itu kegagalan yang hingga sekarang belum bisa saya lupakan. Saya tak mau hal itu terulang lagi. Saya akan belajar dari pengalaman," ujar Rendy dalam wawancara dengan Liputan6.com belum lama ini. 

1 dari 2 halaman

Penasaran Emas SEA Games

Tahun lalu, Rendy akhirnya mampu sedikit mengobati kekecewaannya. Sebab dia berhasil meraih sukses ganda, yakni juara Proliga 2016 dan emas PON Jabar 2016. 

"Saya membawa kedua orangtua saya menonton PON di Jabar. Dan saya menjadi juara. Itu menjadi salah satu momen tak terlupakan," kata pria kelahiran 12 Februari 1996 itu.

Pada usia 21 tahun, Rendy kembali jadi andalan timnas Voli Indonesia di Kejuaraan Asia Voli 2017 yang berlangsung di Gresik. Pemain Samator itu punya andil besar di balik kesuksesan Timnas Voli Indonesia memenuhi target lolos hingga ke babak 8 besar. 

Pelatih timnas, Samsul Jais, jarang mengganti Rendy. Dia percaya kemampuannya. Kesempatan itu langsung dibalas dengan penampilan terbaik di setiap pertandingan.  

Meski sudah memenuhi target di kejuaraan ini, Rendy tetap masih menyisakan rasa penasaran yang belum terbayarkan. Mengingat Indonesia akan tampil di SEA Games Malaysia 2017, Rendy pun bertekad mempersembahkan medali emas.

 

Artikel Selanjutnya
Ahli IT Hermansyah Korban Pengeroyokan Hadiri Milad FPI
Artikel Selanjutnya
Sepakat Berdamai, Yama Carlos dan Istri Batal Bercerai